GoKLIK - GORONTALO. Sebuah dokumentasi foto tindakan pendisiplinan terhadap empat anggota Polsek Popayato, Kabupaten Pohuwato, mendadak heboh dan memicu reaksi publik. Dalam foro itu, terlihat anggota yang tengah bertugas sebagai piket menjalani hukuman tak lazim berupa perintah memakan rumput yang dicabut dari halaman kantor Polsek. Dokumentasi tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai reaksi keras dari masyarakat. Berdasarkan informasi yang diperoleh media, tindakan pendisiplinan itu dilakukan atas perintah langsung Kapolsek Popayato, Muhammad Kafin Adlan. Peristiwa tersebut bermula saat Kapolsek melakukan konsolidasi anggota piket menyusul perintah Kapolres untuk kunjungan kegiatan ke wilayah Torsiaje. Saat tiba di kantor, Kapolsek mendapati anggota piket belum berada di tempat, dan hanya seorang kanit yang ada di kantor. Situasi tersebut kemudian berujung pada tindakan yang dinilai melampaui batas. Kapolsek disebut memberi “contoh” dengan memerintahkan kanit memakan rumput, bahkan sempat memerintahkan agar rumput tersebut ditelan. Meski perintah menelan rumput ditolak oleh sang kanit, Kapolsek selanjutnya memerintahkan kanit provos untuk menindak empat anggota yang terjadwal piket pada saat itu. Ironisnya lagi, hasil pendisiplinan tersebut diminta untuk didokumentasikan dan dikirim ke grup internal kepolisian. Disayangkan pula dokumentasi itu justru beredar luas, bocor ke ruang publik, dan akhirnya viral. Apa yang semula disebut sebagai laporan internal berubah menjadi sorotan yang mencoreng citra institusi kepolisian. Sejumlah sumber menilai hukuman tersebut tidak manusiawi dan berpotensi melanggar hak asasi manusia. Publik mempertanyakan kewarasan pembinaan yang memilih cara menghinakan martabat anggota, terlebih belakangan diketahui salah satu dari empat anggota yang ditindaki merupakan anggota senior yang telah lama mengabdi di institusi kepolisian. Disiplin, menurut banyak pihak, tidak pernah identik dengan penghinaan martabat profesi. Gelombang kecaman pun menguat. Publik menilai tindakan Kapolsek Popayato tersebut tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang pimpinan yang seharusnya memberi teladan. Desakan agar pimpinan kepolisian menjatuhkan sanksi tegas pun mengemuka, mulai dari penurunan jabatan hingga mutasi dari posisi Kapolsek, sebagai bentuk penegasan bahwa disiplin tanpa kemanusiaan tidak boleh mendapat pembenaran dalam institusi penegak hukum, sebab hal ini hanya akan memberi contoh yang tidak baik terhadap masyarakat mengingat sesama anggota saja tindakan dan perbuatannya sudah tidak manusiawi apalagi hal itu dialami oleh masyarakat awam dan dari kalangan marjinal.
WhatsApp
facebook
POLITIK 09 Desember 2025
GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 