GoKLIK - Gorontalo. Potongan video pesta perayaan malam pergantian tahun yang digelar PT Pani Gold Mine beredar luas di berbagai grup WhatsApp (WAG) dan memicu kemarahan publik. Pesta pisah sambut yang berlangsung Rabu Malam 31/12/2025 dan meriah itu dinilai tidak lazim, bahkan terkesan menampar rasa kemanusiaan, karena digelar saat musibah banjir baru saja melanda wilayah Pohuwato, khususnya Desa Hulawa.
Peristiwa banjir yang merendam rumah warga, merusak harta benda, dan memaksa sebagian masyarakat berjuang menyelamatkan diri, belum genap sehari berlalu dari ingatan publik. Namun di saat yang sama, sebuah perusahaan tambang besar justru mempertontonkan euforia pesta, seakan menutup mata dan hati terhadap penderitaan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan itu.
Ironisnya, lokasi pesta tersebut disebut tidak jauh dari Desa Hulawa, salah satu titik terparah terdampak banjir.
Kedekatan geografis ini kian mempertegas kesan bahwa perusahaan gagal menunjukkan empati sosial, padahal secara moral dan etika, perusahaan dengan skala dan dampak sebesar PT Pani Gold Mine dituntut lebih peka terhadap kondisi masyarakat lingkar tambang.
Kecaman publik semakin menguat setelah beredarnya video yang memperlihatkan hiburan pesta menampilkan biduan wanita dengan goyangan yang dinilai kurang senonoh, bahkan bergaya striptis, di hadapan para tamu laki-laki. Tontonan tersebut dinilai bukan hanya tidak pantas secara etika, tetapi juga mencederai nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Pohuwato yang menjunjung tinggi kesopanan.
Alih-alih menunjukkan kehadiran sebagai bagian dari solusi atas bencana yang menimpa warga, pesta tersebut justru memperlebar jarak emosional antara perusahaan dan masyarakat. Di tengah tangis warga yang membersihkan lumpur dari rumah mereka, kemeriahan pesta menjadi simbol ketimpangan rasa dan tanggung jawab sosial.
Publik mempertanyakan di mana posisi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang kerap digaungkan. Kepekaan sosial bukan sekadar program di atas kertas, tetapi tercermin dari sikap dan keputusan, terutama pada saat masyarakat sedang dilanda musibah dan membutuhkan solidaritas, bukan hiburan yang melukai rasa keadilan.
Sikap dan kegiatan pesta ini sungguh menyayat hati warga Pohuwato. Ke depan, perusahaan diharapkan tidak hanya mengejar legitimasi ekonomi, tetapi juga menempatkan nilai empati, etika, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama keberadaannya di tengah masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan. Tidak sepatutnya meski di momentum umum harus berpesta disaat lingkungan sekitarnya sedang dilanda musibah.
WhatsApp
facebook
POLITIK 09 Desember 2025
GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 