BERITA, PARLEMEN

Aleg Gerindra Zulkifly Nangili Sorot Temuan BPKP Terkait 87% Program OPD Tak Sinkron, Bappeda Dinilai Tak Responsif

GoKLIK - Limboto.| Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Partai Gerindra, Zulkifly Nangili, SE., M.Ap., angkat suara menyusul temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyebutkan sebanyak 87 persen program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak sinkron dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Sofyan - Tony. Zulkifly menilai kondisi tersebut menjadi sinyal kuat adanya persoalan serius dalam tata kelola perencanaan daerah.

‎Aleg dari dapil Limboto - Limboto Barat Zulkifly Nangili yang juga menjabat Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Gorontalo itu menyampaikan bahwa kepala daerah telah resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Sejak saat itu, menurutnya, seluruh instrumen perencanaan semestinya langsung menyesuaikan arah kebijakan baru sebagaimana mandat politik yang telah disampaikan kepada masyarakat.

‎Zulkifly menegaskan, penyusunan Renstra dan Renja OPD yang dilakukan setelah tanggal pelantikan seharusnya sudah mengacu penuh pada visi dan misi kepala daerah terpilih. Jika hingga kini ditemukan ketidaksinkronan dalam skala besar, maka ada proses yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
‎Menurutnya, saat itu dokumen teknokratik RPJMD sebenarnya telah tersedia sebagai landasan awal. Dokumen tersebut tinggal diselaraskan secara cepat dan tepat dengan visi-misi kepala daerah. Di sinilah, peran strategis Bappeda menjadi sangat menentukan.



‎Zulkifly berpandangan bahwa Bappeda sebagai motor perencanaan pembangunan daerah seharusnya bergerak responsif. Ketika terjadi transisi kepemimpinan, percepatan sinkronisasi dokumen perencanaan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban administratif dan moral agar pembangunan tidak kehilangan arah.

‎Zulkifly menilai temuan BPKP tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan bersumber dari kelalaian dalam merumuskan arah pembangunan secara cepat, tepat, efektif, dan efisien. Jika fungsi koordinasi dan pengendalian perencanaan dijalankan maksimal, maka angka 87 persen ketidaksinkronan itu tidak akan terjadi.

‎Sebagai unsur pengawasan, DPRD disebutnya akan mendalami persoalan ini secara serius. Dirinya menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proses penyusunan dokumen perencanaan agar tidak terulang pada tahun anggaran berikutnya. Perencanaan yang lemah, menurutnya, akan berdampak langsung pada kualitas belanja daerah dan capaian pembangunan.

‎Zulkifly berharap ke depan Bappeda mampu lebih sigap membaca arah kebijakan pimpinan daerah. Dirinya menekankan bahwa masyarakat Kabupaten Gorontalo menaruh harapan besar pada pemerintahan baru, sehingga setiap OPD wajib satu tarikan nafas dengan visi dan misi kepala daerah demi memastikan pembangunan berjalan terarah dan berpihak pada kepentingan rakyat.


WhatsApp   
NNT
234

LAINNYA

View All
Ruang UMKM
SISI LAIN
View All
Ketika Kebaikan Menular : Malam di Mana Seorang Anak Dikelilingi Berkah yang Datang Bertubi-Tubi

INSPIRASI 31 Mei 2026

‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...


Selengkapnya...
NNT
410
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Follow Us
VIDEO
View All

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

VIDEO 19 November 2025
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?

Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved. By

Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved. By