GoKLIK - Gorontalo.| Perilaku tak pantas sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah drg. Clara Gobel (RSCG) Boalemo memicu sorotan publik. Dalam sebuah siaran langsung di platform media sosial yang viral, terlihat oknum perawat perempuan melakukan tindakan tidak etis saat berdinas, termasuk rebahan hingga tidur di atas meja pelayanan. Aksi ini sontak menuai kecaman luas karena dinilai mencoreng profesionalisme layanan kesehatan.
Fenomena ini tidak hanya mencederai etika profesi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait kualitas pelayanan terhadap pasien. Di tengah tuntutan pelayanan yang cepat, tanggap, dan manusiawi, tindakan tersebut justru menunjukkan sikap abai terhadap tanggung jawab sebagai garda terdepan pelayanan publik di sektor kesehatan. Wakil Koordinator Pusat Forum Mahasiswa Nusantara Rizal Agu dengan tegas meminta Direktur RSCG Boalemo dr. Wahyudin Dangkua , Sp.PD, FINASIM , segera mengambil langkah disipliner terhadap para pelaku. Rizal menilai tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi dan harus menjadi pintu masuk evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit milik pemerintah daerah Boalemo tersebut.
Aktivis masyarakat sekaligus pemerhati layanan publik, Rizal Agu, Rabu Sore, 18 Maret 2026 kepada awak media turut melontarkan kritik tajam. Rizal menilai Direktur RSCG Boalemo lalai dalam melakukan pembinaan internal serta gagal memastikan standar pelayanan dan etika kerja dijalankan secara konsisten oleh seluruh tenaga kesehatan. Menurutnya, kejadian ini bukan sekadar pelanggaran individu, tetapi cerminan lemahnya sistem pengawasan.
Lebih jauh, Rizal memperingatkan bahwa jika persoalan ini tidak ditangani secara serius, maka akan berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan kesehatan. Bahkan, hal ini berpotensi memicu kemarahan masyarakat yang berujung pada discredit terhadap pemerintahan daerah, khususnya Bupati Boalemo, Rum Pagau.
Ironisnya, kondisi di lapangan bertolak belakang dengan pernyataan resmi Direktur RSCG, drg. Clara Gobel, yang sebelumnya menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan wajib menjunjung tinggi profesionalisme, bersikap ramah, bertanggung jawab, serta memberikan pelayanan dengan penuh keikhlasan kepada pasien. Kontradiksi antara narasi kebijakan dan realitas praktik dilapangan ini memperlihatkan adanya jurang besar dalam implementasi standar pelayanan. Publik pun mempertanyakan sejauh mana komitmen pimpinan dalam memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar dijalankan, bukan sekadar jargon dihadapan kamera media tanpa pengawasan nyata.
Dengan situasi yang semakin memanas, desakan publik pun menguat. Sejumlah pihak bahkan menilai bahwa jika Direktur RSCG tidak mampu melakukan pembenahan serius dan terukur, maka langkah mundur menjadi pilihan paling terhormat. Sebab, sektor kesehatan bukan ruang kompromi bagi kelalaian, melainkan medan pengabdian yang menuntut integritas dan tanggung jawab penuh.
Sementara hingga berita ini tayang, awak media belum berhasil terhubung dengan pihak RSCG untuk dimintai konfirmasi terkait hal ini.
WhatsApp
facebook
POLITIK 09 Desember 2025
GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 