GoKLIK – Kabgor.| Penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu capaian yang perlu mendapat apresisi dan perlu terus dijaga melalui intervensi yang konsisten yang terintegrasi. Setelah sempat meningkat dari 30,7 persen pada 2022 menjadi 34,7 persen pada 2023, angka tersebut turun menjadi 28,3 persen pada 2024. Perkembangan ini menjadi perhatian dalam advokasi lintas sektor percepatan penurunan stunting yang dibuka Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Selasa,30/6/2026.
Pertemuan yang merupakan bagian dari Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026 itu menempatkan koordinasi antarlembaga sebagai salah satu kunci penanganan stunting. Tonny, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gorontalo, menegaskan bahwa persoalan ini tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Bagi pemerintah daerah, stunting bukan semata persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Tonny menilai percepatan penurunan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganannya perlu dijalankan secara berkelanjutan, bukan sekadar melalui kegiatan yang bersifat sesaat.
Penguatan intervensi diarahkan terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tonny meminta perangkat daerah, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), memperkuat koordinasi agar sasaran memperoleh layanan yang dibutuhkan secara efektif. Upaya tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan menjadi bagian dari sasaran pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Gorontalo 2025–2029.
Dukungan lintas sektor juga menjadi perhatian Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif. Ia berharap advokasi tersebut membangun kesepahaman para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan INEY Fase II, sekaligus mendorong keterlibatan aktif seluruh OPD agar pelayanan kepada kelompok sasaran dapat berjalan berkualitas. Poltekkes Kemenkes Gorontalo turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam penanganan stunting.
Meski prevalensi pada 2024 menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, keberlanjutan capaian tetap membutuhkan perhatian serius. Tantangannya bukan hanya menurunkan angka, tetapi memastikan intervensi menjangkau keluarga dan anak yang membutuhkan, disertai koordinasi serta evaluasi yang terukur. Melalui advokasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong agar komitmen bersama diterjemahkan menjadi pelayanan nyata, sehingga percepatan penurunan stunting memberikan dampak berkelanjutan bagi kualitas hidup masyarakat.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 