GoKLIK – Kabgor.| Identitas budaya daerah akan menjadi bagian dari perjalanan Pramuka Gorontalo menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Hal itu ditandai dengan peluncuran patch logo Kontingen Daerah oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Limboto, Selasa malam 30/6/2026. Logo tersebut bukan sekadar atribut kontingen, tetapi juga membawa simbol budaya Gorontalo ke pertemuan Pramuka tingkat nasional.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo, Sofyan Puhi, menyebut peluncuran patch sebagai simbol komitmen dan kesiapan kontingen untuk mengikuti Jamnas XII. Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, itu akan mempertemukan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia.
Keunikan desain patch terletak pada penggunaan unsur Makuta, penutup kepala adat pria Gorontalo, yang merepresentasikan kewibawaan, tanggung jawab, dan loyalitas. Perpaduan warna ungu dan kuning turut mengandung pesan tentang kepemimpinan, keterampilan, jiwa penolong, semangat, serta optimisme generasi muda. Unsur-unsur tersebut menjadi gambaran nilai yang ingin dibawa kontingen selama mengikuti kegiatan nasional.
Motif karawo juga dihadirkan sebagai representasi warisan budaya daerah. Kerajinan sulaman khas Gorontalo ini menjadi penanda bahwa partisipasi dalam kegiatan nasional dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal. Melalui identitas visual tersebut, Pramuka Gorontalo membawa pesan bahwa nilai kepramukaan dan kebanggaan terhadap daerah dapat saling menguatkan.
Jamnas XII Tahun 2026 sendiri mengusung tema “Kemandirian dan Kepedulian Terhadap Sektor Pertanian”. Tema ini memberi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemandirian, kepedulian sosial, serta perhatian terhadap sektor yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Bagi kontingen Gorontalo, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar, membangun persaudaraan, dan memperkenalkan karakter daerah di tengah keberagaman Pramuka Indonesia.
Menjelang keberangkatan, Sofyan Puhi berpesan agar seluruh calon peserta menjaga disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan, dan membawa nama baik Provinsi Gorontalo. Pesan tersebut menegaskan bahwa kesiapan kontingen tidak hanya diukur dari atribut dan keikutsertaan, tetapi juga dari sikap serta perilaku anggotanya. Dengan membawa simbol Makuta dan karawo, Pramuka Gorontalo diharapkan mampu menunjukkan identitas budaya sekaligus semangat generasi muda yang mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 