GoKLIK Gorontalo. Suasana kantor Desa Prima, Kecamatan Asparaga, Kamis siang (4/12/2025) mendadak heboh ketika puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda, Rakyat Prima Menggugat (ASPARAGA) mengepung Kantor Desa Prima. Pantauan informen media di lokasi memperlihatkan kemarahan publik yang tidak lagi terbendung. Mereka datang bukan sekadar untuk berorasi, tetapi untuk mendesak “Sang Kades Prima OK” yang dituding telah membuat roda pemerintahan desa menjadi alat kekuasaan pribadi. Satu per satu orator massa aksi bersuara lantang mempertegas dugaan penyalahgunaan wewenang yang selama ini menghantui warga. Koordinator lapangan massa Aksi ASPARAGA Wahyudi Lareko menilai bahwa kepemimpinan “Kades Prima OK” telah menyimpang jauh dari prinsip transparansi, warga tidak pernah mendapatkan penjelasan jelas soal arah kebijakan anggaran dana desa, hingga penggunaan dana desa yang dari tahun ke tahun semakin menimbulkan tanda tanya besar. Aksi semakin memanas ketika massa menyoroti dugaan penyimpangan anggaran desa Prima yang disebut-sebut terjadi secara sistematis. Warga menyampaikan bahwa program yang diumumkan pemerintah desa sering tidak sesuai dengan realisasi di lapangan, sementara laporan penggunaannya tertutup rapat. ASPARAGA mendesak “Sang Kades Prima OK” membuka seluruh data anggaran tanpa seleksi, karena masyarakat merasa telah terlalu lama dibutakan oleh laporan yang tidak transparan dan penuh kejanggalan.
Desakan agar Kades Prima OK turun dari jabatan bergema tanpa henti di tengah kerumunan. Massa menyatakan bahwa seorang pemimpin yang sudah kehilangan kepercayaan publik tidak pantas bertahan. Mereka menyebut bahwa jabatan kepala desa bukanlah ruang untuk bersembunyi dari kritik, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan kejujuran.
“Jika tidak mampu menjelaskan, silakan mundur! Jangan jadikan desa ini korban keserakahan,” teriak seorang peserta aksi demonstran.
Lebih memprihatinkan lagi bahwa ternyata mencuat juga perihal sang kades prima OK diendus telah meminjaman dana pengurusan program koperasi desa merah putih desa Prima yang hingga kini belum di kembalikan oleh sang Kades OK.
Massa aksi ASPARAGA juga menuding adanya aroma dan pola Korupsi yang mengakar kuat di tubuh Pemerintah Desa Prima yang dibentuk “Sang Kades Prima OK” semakin tertutup dan kebal kontrol publik. Sementara kebutuhan masyarakat luas justru dikorbankan. Pola inilah yang membuat warga meyakini bahwa penyimpangan bukan lagi dugaan, tetapi ancaman nyata.
Aksi yang berlangsung beberapa jam itu menegaskan bahwa warga tidak lagi ingin diperlakukan sebagai objek kekuasaan. Massa aksi ASPARAGA menyatakan bahwa gerakan mereka akan terus berlanjut hingga pemerintah desa membongkar alur penggunaan anggaran, dan mempertanggungjawabkan seluruh indikasi penyimpangan. Mereka menegaskan jika “Sang Kades Prima OK” masih menutup mata terhadap tuntutan rakyat, maka gelombang aksi berikutnya akan datang lebih besar.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 